Antariksa

Fenomena

Misteri

Sejarah

Peradaban

Konspirasi

Kopassus Yang Pernah Menampar Soeharto

Wow ada petinggi Kopassus yang pernah menampar Soeharto dulu. Bagaimana ceritanya silahkan simak. Banyak pahlawan-pahlawan di negeri ini yang nasibnya tidak mujur. Tidak dimakamkan di taman pahlawan, tidak mendapat bintang jasa bahkan tidak diakui sebagai pahlawan. Pahlawan juga bukan hanya mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah. Banyak pahlawan yang berjasa namun nasibnya tidak sebaik mereka yang yang namanya dikenang dan dimakamkan di tempat terhormat.

Kopassus Yang Pernah Menampar Soeharto

Salah satu pahlawan tersebut mungkin adalah Alex Kawilarang. Kolonel (purn) Alex Kawilarang sempat diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional tahun ini. Tapi agaknya belum juga diluluskan pemerintah.Unik Baca

Alex Kawilarang memiliki peran penting dalam penyusunan organisasi TNI di awal kemerdekaan. Termasuk membangun pasukan elite yang kelak dikenal sebagai Kopassus TNI AD.

Di zaman Belanda, Alex mengikuti pendidikan perwira Koninklijk Militaire Academie (KMA) di Bandung. Sebenarnya KMA Bandung merupakan sekolah perwira darurat karena saat itu Belanda telah dikuasai Jerman dalam perang dunia II. KMA Breda di Belanda pun tutup.

Alex tak lama menjadi perwira Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Tahun 1942, Jepang keburu masuk dan KNIL dibubarkan. Walau begitu dia tercatat sebagai satu dari sedikit orang Indonesia yang bisa menjadi perwira KNIL.Unik Baca

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Alex bergabung dengan TNI. Awalnya dia menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris. Karirnya terus merangkak naik. Kawilarang dipercaya memimpin ekspedisi TNI menumpas berbagai pemberontakan di hari-hari awal republik. Mulai dari Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Pengalaman menumpas berbagai pemberontakan ini yang membuat Kawilarang berpikir perlunya Indonesia memiliki pasukan kecil dengan kemampuan tempur hebat. Kawilarang begitu kagum akan kemampuan musuhnya, pasukan baret merah dan hijau Belanda dari Korps Speciale Troepen. Dia banyak berdiskusi dengan Letkol Slamet Riyadi soal pembentukan pasukan elite ini.

Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar. Nah saat itu Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa kondisi Makassar sudah aman. Tapi Soekarno malah menunjukkan radiogram yang memberitakan Makassar diserang pasukan KNIL.

Kawilarang mencari Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto yang bertugas menjaga Kota Makassar. Dia kesal melihat anak buah Soeharto malah melarikan diri.

"Lelucon apa ini," kata Kawilarang pada Soeharto. "Plak!" Soeharto pun ditampar.

Saat menjabat Panglima TT III/Siliwangi, Kawilarang merintis pembentukan Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwang bulan April 1951. Kesatuan inilah yang kelak menjadi Kopassus. Walau merintis pasukan elite tersebut, baru tahun 1999 Kawilarang diterima menjadi warga kehormatan Kopassus. Hal ini baru bisa dilakukan setelah Soeharto lengser.

Kawilarang pernah dianggap bersalah telah menyeberang ke pihak PRRI/Permesta yang saat itu memberontak pada pemerintah Jakarta. Tapi Soekarno kemudian mengeluarkan abolisi walau memberikan sanksi pangkat Brigjen Kawilarang diturunkan menjadi Kolonel. Kawilarang kemudian memilih mengundurkan diri dari TNI. Padahal bersama Nasution, Kawilarang banyak memberikan saran dalam membangun TNI.Unik Baca

Saat Orde Baru, hubungan Kawilarang dan Soeharto tetap kurang harmonis. Soeharto rupanya belum lupa pernah ditempeleng. Maka Kawilarang hidup sebagai pengusaha. Dia meninggal 6 Juni 2000, pada usia 80 tahun. Bapak Kopassus ini dimakamkan di taman makam pahlawan Cikutra, Bandung.

Soekarno di Mata Dunia

Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno:

Di Negara Adidaya:
Click this bar to view the full image.

Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).
Kalo sekarang SBY ke amrik diperlakukan kayak gini ga ya??
Click this bar to view the full image.

Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).
Bersama Mantan negara penjajah
Click this bar to view the full image.

Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).
Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946
Go International
Click this bar to view the full image.

Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).
Click this bar to view the full image.
Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).
Click this bar to view the full image.

Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).

Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).

Kata-kata Mutiara Dari Seorang Bung Karno



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQms9wuwhajXZ6OWwXhv5Y_abloOgER2soCfYyKftNeJcntvpj_bPWpZ9Zpueb7S0TqI-Xz5XacqzpLqi6qeI9xVQEMu-GCYJRs9Y2YRQh8K797sfYNYB-KmAYT8snXo50lTfkIYnVUnFj/s1600/karno-43.jpgz
1. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .
2. “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).
3. “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”
4. “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”.
5. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).
6. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
7. “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).
8. “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno).
9. “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).
10. “Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).
11. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ”Tuhan tidak merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).
12. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).
13. “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).
14. “Aku Lebih suka lukisan Samudra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).
15. “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Kakek Tiga Cucu Ini Ikut Ujian Nasional di Depok



Abdullah Sani (tengah), kakek tiga cucu, menunggu pelaksanaan Ujian Nasional kejar Paket C di Perguruan Al-Muhajirin, Depok, Senin (15/4/2013).


JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Abdullah Sani, ilmu tak akan pernah lekang dimakan waktu. Maka, begitu ada kesempatan mengikuti ujian nasional, kakek berusia 69 tahun itu pun antusias untuk menjadi peserta ujian nasional kejar Paket C demi memperoleh ijazah setara SMA.

Ditemui saat tengah hendak menjalani ujian di Perguruan Al-Muhajirin, Depok, Senin (15/4/2013), Sani terlihat bersemangat untuk menjalani ujian. "Ya, harus tetap semangat, namanya pendidikan kan penting, ilmu harus terus dikejar," ujarnya saat ditemui wartawan di ruang ujian 22, SDIT Al-Muhajirin, Depok.

Meski usianya sudah mendekati kepala tujuh, kondisi fisik Sani masih terlihat bugar. Dengan antusias, ia menjabarkan bagaimana persiapannya dalam menghadapi ujian. Kakek tiga orang cucu ini menuturkan, sehari-hari ia senang membaca. Koran atau buku-buku pelajaran menjadi "santapan" wajibnya saban hari, meskipun usianya membuat ia tak bisa membaca terlalu lama. "Ya kalau sudah cukup berhenti, namanya sudah tua," ujarnya.

Hari ini Sani bersama dengan ribuan peserta ujian lain dari berbagai usia mengikuti ujian nasional untuk Paket C di Perguruan Al-Muhajirin, Depok. Semoga sukses, Pak Sani. (Bahri Kurniawan) 

Biodata IR.SOEKARNO

selamat siang sobat,, kali ini saya hanya sekedar meriview mengenai Biodata Ir.Soekarno (Bungkarno) siapa tau sobat sekalian ada yang perlu monggo di simak :)



PROFIL Ir.SOEKARNO
SoekarnoFoto:

Ir.Soekarno

PROFIL BERITA FOTO

Nama Lengkap : Ir.Soekarno
Alias : Bung Karno | Pak Karno 
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Kamis, 6 Juni 1901 
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Raden Soekemi Sosrodihardjo 
Anak : Megawati SoekarnoputriMohammad Guruh Irianto Soekarnoputra,Guntur SoekarnoputraRachmawati SoekarnoputriSukmawati Soekarnoputri,Taufan Soekarnoputra Bayu SoekarnoputraTotok SuryawanKartika Sari Dewi SoekarnoSukmawati Soekarnoputri
Ibu : Ida Ayu Nyoman Rai
Istri : OetariInggit GarnasihFatmawatiKartini ManoppoRatna Sari Dewi,HaryatiYurike SangerHeldy DjafarFatmawati Soekarno
BIOGRAFI
Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.
Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.
Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).
Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.
Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.
Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.
Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.
Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.
Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.
Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang.
Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.
Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan.
Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.
Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.
Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.
Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.
Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati.
Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.
Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.
Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS.
Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.
Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.
Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.
Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.
Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh
PENDIDIKAN
  • Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
  • Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
  • Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  • Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920) 
PENGHARGAAN
  • Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
  • Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).
sekian semoga bermanfaat :)

Misteri Lukisan Bung Karno Yang Dapat Hidup


Misteri Lukisan Bung Karno Yang Dapat Hidup | Blog Misteri Beda Dunia | Presiden pertama Indonesia ini memang sering dihubungkan dengan cerita cerita mistis dan bahkan dikatakan mempunyai kedekatan dengan ratu pantai selatan. Cerita yang marak beredar hingga saat ini ialah terungkapnya misteri dibalik lukisan bung karno yang konon ini dialami oleh salah satu petugas museum tempat dimana lukisan tersebut dipajang, bagi penggemar misteri pasti tau..

Museum bung karno yang terletak di blitar memiliki berbagai koleksi peninggalan bung karno, selain benda-benda yang bernilai sejarah yang erat kaitannya dengan bung karno, di museum yang tak pernah sepi pengunjung ini juga terdapat sebuah lukisan besar yang berukuran 150cm x 175cm yang bergambar bung karno.

Lukisan Bung Karno Yang Dapat Hidup - Blog Misteri Beda DuniaCerita misteri keanehan Lukisan ini , menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah TAMPAK HIDUP, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh dibagian jantung bung KARNO pada lukisan ini maka SEKETIKA NAMPAK BERGERAK, SEOLAH-OLAH BERDETAK SEPERTI LAYAKNYA ORANG SEDANG BERNAFAS. banyak pengunjung yang heboh karena menyaksikan lukisan ini seperti hidup. sejak saat itu lukisan ini menjadi objek pertama yang didatangi pengunjung.

Menurut Penjaga museum Tanwir, didalam lukisan tersebut berdiam sosok gaib bernama jatoro suro sosok jin penunggu gunung kelud yang telah di takhlukkan bung karno. cerita ini berdasar pada penerawangan beberapa paranormal. dulu sebelum ada lukisan tersebut sosok jin penunggu lukisan tersebut bersemayam di dekat makam bungkarno dan bukanlah cerita misteri.

Konon bung karno adalah seseorang yang gemar bermeditasi, pada saat melakukan ritual di gunung kelud, ada sosok makhluk halus yang menggodanya dan berusaha menggagalkan meditasinya, karena digoda tak mempan akhirnya jin ini menyerangnya, akhirnya terjadilah perkelahian di alam gaib yang pada akhirnya dimenangkan oleh bung karno, pada saat itulah akhirnya jin ini menjadi pengawal bungkarno. Jin ini sangat setia pada bung karno, saat bung karno meninggalpun jin ini tetap setia berada di samping makam nya bahkan terkadang jin ini merubah wujudnya menjadi bung karno. Fenomena ini asli fenomena alam gaib dan bukan rekayasa.

"Konon katanya bila kita memandang lukisan tersebut pada jam 01.15 lukisan tersebut akan nampak hidup."
Percaya atau tidaknya terserah sobat, ambil sisi yang baiknya saja,..

Apa Hubungan Pancasila Dengan Zionisme Yahudi ?

Apa Hubungan Pancasila Dengan Zionisme Yahudi ? | Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.
Hubungan Pancasila Dengan Zionisme Yahudi - munsypedia 
Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno sendiri mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendeskripsikan pengakuannya:
 
Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.
 
Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”
 
Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domistik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domistik.
 
Sebagai gerakan zionisme internasional, freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun yang diilhami Kitab Talmud. dan bandingkan dengan pancasila :

 Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bandingkan dengan...

Doktrin Khams Qanun freemasonry ( Kitab Talmud Yahudi Qaballa) :
1. monoteisme (ketuhanan yang maha esa),
2. nasionalisme (berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi),
3. humanisme (kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi),
4. demokrasi (dengan cahaya Talmud suara terbanyak adalah suara tuhan),
5. sosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi).
(Syer Talmud Qaballa XI:45).
 
gambar dewa horrus yang mirip garuda pancasila - munsypediaTokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme.
 
Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.
 
Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internasionalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.
 
Prinsip indoktrinasi zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik disetiap negara.
Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda?
 
Dalam kaedah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.
 
Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domistik terbantahkan secara faktual.
 
Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Yusuf Supendi Gabung ke Hanura


Jakarta - Pendiri Partai Keadilan yang juga cikal bakal PKS, Yusuf Supendi, bergabung ke Hanura. PKS tak ambil pusing dengan hal tersebut.

“Kan Yusuf Supendi bukan anggota PKS lagi, hak dia untuk bergabung dengan partai mana pun,” kata Ketua DPP PKS, Yudi Widiana, saat dihubungi, Jumat (15/3/2013).Bergabungnya Yusuf Supendi ke Hanura diyakini tak akan memberi efek ke PKS. Partai berlambang bulan sabit kembar itu menghormati pilihan politik Yusuf.
“PKS tidak khawatir kalau kader-kader kami diboyong oleh beliau ke Hanura,” ujar Yudi.
Yusuf Supendi telah menyatakan niatnya untuk bergabung ke Hanura. Siang ini dia akan membuat pengumuman di Masjid STEKPI Kalibata.
Sebelum Yusuf Supendi ke Hanura, PKS telah kehilanngan kadernya, yaitu Misbakhun yang menyeberang ke Golkar.
(trq/van/detik)

HMI Tidak Anti Terhadap SBY, Mereka Hanya Kritis


Ketua Dewan Penasihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tandjung menegaskan HMI tidak anti terhadap SBY. Mereka hanya kritis terhadap apa yang sedang terjadi.
“Mereka hanya kritis apa yang sedang terjadi di sekitar mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Akbar usai acara pembukaan Kongres HMI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2013).
Akbar menambahkan, kritisnya kader HMI berdasarkan nilai-nilai akademis sebagai mahasiswa. Nilai-nilai tersebut di antaranya nilai-nilai objektifitas, nilai-nilai rasional, nilai-nilai yang bertumpu pada kebenaran dan keadilan. Justru mereka ingin SBY menyelesaikan tugas-tugas kepresidenannya sampai 2014 mendatang.
“Kalau kita berada ditengah masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan beliau, maka pada pemilihan umum yang akan datang carilah pemimpin yang kita anggap katakanlah lebih baik,” tutup Akbar.
Sebelumnya, Presiden SBY dijadwalkan membuka acara kongres HMI di Hotel Borobudur Jakarta. Namun, akhirnya SBY hindari hadiri dan batal dan digantikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang  memicu sejumlah aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Indonesia. Solidaritas terhadap Anas digalang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Anas diketahui pernah menjabat sebagai ketua umum HMI periode 1997 – 1999.
Organisasi mahasiswa itu menilai, penetapan Anas sebagai tersangka sarat dengan muatan politis. Meskipun, KPK membantah adanya intervensi dalam penetapan Anas sebagai tersangka, HMI tetap melihat adanya tekanan kepada KPK dari lingkaran kekuasaan.
“Terlibat atau tidak, kami melihat ada tekanan dalam penetapan Anas sebagai tersangka,” kata ketua HMI cabang Bandar Lampung Muslim Basyar, Senin 25 Februari 2013 lalu.
Selain itu, kata Muslim, HMI menilai penetapan anas sebagai tersangka dugaan korupsi hambalang itu penuh konspirasi. “Ada intervensi sehingga KPK cenderung tidak netral,” katanya.
Muslim berharap KPK tidak menjadi alat politik segelintir orang. Ia mencontohkan masih banyak kasus-kasus yang melibatkan keluarga istana yang belum selesai. “Skandal Century misalnya, KPK tidak berbuat apa-apa. KPK harus netral,” katanya.
Terkait itu, Muslim menambahkan, HMI se-Lampung akan menggelar aksi mendesak KPK bersikap netral dan tidak menjadi alat politik orang-orang tertentu.
Sementara itu, di Jawa Timur, belasan kader HMI menggelar aksi unjuk rasa. Di Jombang, mahasiswa dari HMI dua kabupaten, yakni Kabupaten Jombang dan Mojokerto menggelar aksi unjukrasa di Simpang Tiga Ringin Contong Kota Jombang.
Mereka memprotes sikap presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) yang terlalu sibuk dengan urusan partai dan melupakan pekerjaannya sebagai presiden. Mahasiswa menuding banyak orang di sekitar SBY yang terlibat korupsi, namun Presiden tebang pilih dan tidak menindak mereka secara tegas. Mereka juga menuntut presiden bekerja lebih baik mengurusi rakyatnya dan tidak melulu mengurusi partai. (Dz/Okezone)

Kurikulum 2013, Buku Sekolah Gratis, Tanpa Ada Pungutan Bayaran

JAKARTA - Berbagai rencana perubahan sistem pendidikan nasional (sisdiknas) tertuang dalam kurikulum 2013 Rencananya, pemerintah akan mengurangi jumlah mata pelajaran, mengedepankan pendidikan karakter, mewajibkan Pramuka sebagai kegiatan Exco di sekolah, hingga menggratiskan buku pelajaran.
Dari kesemuanya, hal yang paling disambut baik para siswa adalah rencana buku pelajaran gratis. Siswi SMKN 38 Tanah Abang, Jakarta Pusat,  Elsa Sara misalnya, sangat antusias dengan rencana ini.
“Tidak ada lagi alasan bagi para anak-anak Indonesia tidak belajar. Jadi rakyat miskin pun bisa belajar dengan buku-buku gratis itu,” kata Elsa , Selasa (19/3/2013).
Teman sekolah Elsa, Minggus Unedo juga merasakan antusiasme yang sama. Pasalnya, selama ini buku pelajaran gratis dari pemerintah sangat terbatas, jadi tidak semua siswa mendapatkannya.
“Kalau bisa semuanya dapat, satu pelajar dapat satu buku per pelajaran,” imbuh Adhan.
Rencana pemberian buku gratis bagi siswa Indonesia ini ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada sosialisasi kurikulum 2013 kepada para stakeholder pendidikan di Bandung akhir pekan lalu. Mendikbud menjamin, tidak akan ada buku yang diperjualbelikan. Nantinya, para murid akan langsung menerima buku pelajarannya secara cuma-cuma.
Orangtua siswa pun tidak akan direpotkan dengan membeli buku saat menyekolahkan anaknya nanti. Mendikbud menambahkan, buku tersebut nantinya harus dikirim sampai ke sekolah dan bukan sampai di dinas saja.
“Karena kalau buku dikirim sampai di dinas, dikhawatirkan nanti bisa jadi ada biaya pengiriman dari dinas ke sekolah. Maka nanti ada biaya di situ ditarik ke murid,” tutur Nuh.(rfa/okezone)

Fatwa MUI : Bekicot Haram Dimakan


Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas hukum halal dan haram mengenai bekicot. Hewan itu tengah digandrungi menjadi santapan di beberapa restoran, terinspirasi dari menu utama  restoran Perancis. Bahkan menjadi menu favorit. Nah, Komisi Fatwa MUI sudah memutuskan bahwa mengkonsumsi bekicot sebagai makanan hukumnya haram.
“Hukum memakan bekicot adalah haram,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam saat berbincang, Rabu (20/3/2013).
Menurut doktor hukum Islam ini, selain memakan, mengelola dan membudidayakan untuk konsumsi juga tidak boleh. “Demikian juga haram membudidayakan dan memanfatkannya untuk kepentingan konsumsi,” tambah Niam.
Niam menjelaskan, menurut Qaul dari Jumhur Ulama, ” Hanafiyyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, Zhahiriyyah, sedangkan Imam Malik menyatakan kehalalannya jika ada manfaat dan tidak membahayakan,” tuntasnya.
Jelasnya lagi, bekicot itu termasuk kategori Hasyarot, dan hasyarot itu haram untuk dikonsumsi. “Kami di MUI mengambil pendapat ini. Walaupun memang ada sebagian kecil Ulama Salaf yang berpendapat lain,” tambahnya. Yang dimaksud hasyarot itu seperti  ular, kalajengking, hewan melata lainnya , kumbang, kecoak, dan tikus.
Maka kami mengingatkan umat agar memahami fatwa ini. Karena di sebagian masyarakat ada yang mengolah bekicot menjadi menu konsumsi, seperti sate bekicot. Termasuk juga menu Escargot, yang terkenal di Eropa. Haram bagi umat Islam untuk mengkonsumsinya. Demikian ditandaskan oleh Ketua KF MUI ini.
Fatwa MUI ini disahkan pada 2012. Fatwa ditandatangani Prof DR Hasanuddin AF selaku Ketua Komisi Fatwa.
“Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini,” tuntasnya.
(ndr/trq/detik)

Pemerintah Masih Berpolemik Usut Pasukan Siluman


Penyerangan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, menambah daftar aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata.
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Indonesia saat ini dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api yang setiap saat bisa mencabut nyawa orang-orang tertentu.
“Jika dibiarkan, aksi pasukan siluman ini bukan mustahil suatu saat akan menyerang sendi-sendi kenegaraaan, termasuk menyerang kepentingan kepala negara,” kata Neta, melalui rilisnya kepada Okezone, Minggu (24/3/2013).
Dikatakannya, pasukan siluman bersenjata ini dalam kurun waktu satu tahun sudah melakukan tiga kasus penyerangan yang hingga kini tak kunjung terungkap.
“Penyerangan pertama terjadi di Jakarta, April 2012. Pasukan yang disebut-sebut sebagai Geng Motor Pita Kuning itu merusak 8 tempat di Jakut dan Jakpus, termasuk Polsek Tanjungpriok. Mereka juga membunuh dua orang dan belasan lainnya luka,” tuturnya.
Kedua, kata dia, terjadi pada 21 Februari 2013 lalu, yang menewaskan delapan anggota TNI dan 1 sipil di Papua, dan terakhir peristiwa penyerangan Lapas Cebongan yang menewaskan empat tahanan.
“Korbannya, pekerja swasta, polisi, dan 2 mahasiswa yg menjadi tersangka dalam kematian anggota Kopassus, Sertu Santoso (31). Pasukan siluman itu masuk ke dalam sel dan menembak mati keempat korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Neta menuturkan, penyerangan terhadap Lapas Cebongan belum berhasil diidentifikasi siapa pelakunya apakah kelompok preman atau teroris. Jika mereka preman atau teroris, sambung dia, apa kepentingan mereka menyerbu Lapas dan mengeksekusi tersangka pembunuh anggota Kopassus.
“Penyerangan pasukan siluman bersenjata ke Lapas ini merupakan sejarah terburuk dalam sistem keamanan di Indonesia. Meski pasukan siluman terus menebar teror, belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Pemerintah SBY dan elit-elit keamanannya belum ada keseriusan dan masih saja berpolemik tapi siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini tak kunjung terungkap,” tambahnya. -Dz-Okezone-

Inikah Penyebab 4 Tahanan LP Sleman Ditembak hingga Tewas?


Penyerangan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal di LP Kelas II Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY, menewaskan empat tahanan.
Tahanan yang tewas merupakan terduga pelaku penikaman dan pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, Sertu Santosa. Santosa tewas dianiaya di Hugo’s CafĂ© di Jalan Adisucipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.
Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, yang berdomosili di Desa Menjangan, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu ditikam menggunakan pecahan botol minuman keras di bagian dada.
Penganiayaan terjadi pada dini hari sekira pukul 02.45 WIB. Santosa datang bersama dua rekannya yang juga anggota Kopassus.
“Pelakunya Dicky, preman yang biasa mangkal di sini. Dia tinggalnya di mess di Lempuyangan, semua orang sudah tahu siapa dia,” kata seorang sumber di Mapolda DIY, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, dikatakan Selasa, 19 Maret 2013.
Polda DIY langsung turun tangan mengungkap kasus ini. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk empat pelaku.
Dari pemeriksaan diketahui, Sertu Santosa sempat dipukul kepalanya menggunakan botol minuman keras. Pecahan botol itu juga digunakan untuk menikam dada korban hingga menyebabkan enam tulang tusuknya patah. Selain itu, Santosa juga ditusuk menggunakan pisau, kemudian dikeroyok.
Polisi memastikan bahwa pelaku dan korban sebelumnya belum saling kenal. Sejauh ini, polisi belum dapat memastikan motif penganiayaan yang menewaskan Santosa.
Pengusutan kasus pembunuhan Santosa masih berlangsung. Kini, tugas polisi ditambah dengan mengungkap kasus penyerangan LP kelas II itu.  (Dz/okezone)

Top